Tampilkan postingan dengan label Dunia Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Macam-Macam Racun Yang Paling Mematikan di Sekitar Lingkungan Anda

Macam-Macam Racun Yang Paling Mematikan di Sekitar Lingkungan Anda



Terdapat beberapa zat yang diketahui memiliki efek beracun yang bisa menyebabkan kematian. Zat yang paling dikenal beracun adalah arsenik, sianida tetrodoksin dan racun botulisme. Bagaimana zat ini dapat meracuni tubuh manusia?

Arsenik dan sianida telah banyak terlibat dalam hal keracunan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Contoh orang yang keracunan zat ini akibat adanya kebocoran pipa gas sianida, adanya zat buang dari industri tertentu yang mengandung kedua zat ini atau secara sengaja diberikan sebagai racun. 

Seperti dikutip dari Science.org.au, Kamis (15/4/2010) zat-zat di bawah ini terkenal beracun dan memiliki efek racun yang berbeda-beda, yaitu: 

Sianida 
Sianida terkadang masih suka digunakan di pertambangan untuk mengekstraksi emas dan perak. Hal ini yang masih menjadi kontroversi terhadap keselamatan pertambangan emas dan perak, karena kebocoran sianida bisa mempengaruhi kesehatan manusia dan makhluk hidup disekitarnya.

Sianida merupakan racun yang berpotensi mematikan, karena zat ini membuat tubuh tidak dapat menggunakan oksigen untuk mempertahankan tubuhnya. Zat ini bisa berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau dalam bentuk kristal seperti potasium sianida atau sodium sianida. 

Gas sianida dapat diserap melalui inhalasi (paru-paru), kulit atau ingesti (mulut menuju perut) dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Jika zat ini masuk ke dalam tubuh bisa menghambat kerja enzim tertentu di dalam sel, mengganggu penggunaan oksigen oleh sel dan dapat menyebabkan kematian sel. Pada dosis tertentu, zat ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu 15 menit saja akibat kekurangan oksigen. 

Racun sianida biasanya dioleskan pada pinggir gelas, botol minum atau disuntikkan ke dalam batu es. Sianida hanya bereaksi sebagai hidrogen sianida bebas, oleh karena itu garam-garam yang ditelan harus bertemu dengan air atau asam lambung sebelum membebaskan asam hidro-sianida, proses ini hanya butuh waktu beberapa detik. 

Penggunaan racun sianida untuk bunuh diri digunakan tokoh kontroversial Nazi, Hitler yang diduga minum kapsul sianida sebelum menembakkan kepalanya. 

Arsenik 
Zat lain yang juga populer digunakan untuk kejahatan adalah arsenik yang merupakan unsur paling umum ke-20 di kerak bumi. Arsenik terjadi dalam berbagai bentuk, tapi zat ini akan sangat beracun apabila sebagai ion terutama jika bereaksi dengan kandungan sulfur dari enzim tertentu.

Seseorang yang terpapar zat ini dalam dosis yang tidak mematikan, kedepannya dapat menyebabkan keracunan kronis dan karsinogenik (zat penyebab kanker). Karenanya arsenik masih menjadi perdebatan terhadap keselamatan pekerja di industri yang masih menggunakan arsenik seperti insektisida atau perusahaan pembasmi gulma serta ekstraksi bijih timah dan tembaga. 

Gejala-gejala keracunan arsenik akut dapat terjadi dalam dua bentuk. Pertama mengakibatkan kelumpuhan parah yang dapat terjadi dalam waktu 1-2 jam dan biasanya sering ditandai dengan tanda-tanda mengigau atau kegilaan. Sedangkan yang kedua dalam gangguan pencernaan seperti mual, sakit kepala, nyeri hebat, muntah dan diare. 

Zat arsenik dapat mematikan dengan cara merusak sistem pencernaan orang tersebut sehingga menyebabkan kematian karena shock. Beberapa tokoh yang pernah keracunan arsenik adalah Napoleon Bonaparte dan Munir. 

Jika berada dalam bentuk unsur, maka arsenik tidak berbahaya. Tapi jika dalam bentuk oksidanya yaitu arsen dioksida, maka bersifat racun yang berbentuk serbuk putih serta larut dalam air. 

Arsenik tidak berasa dan sukar untuk dideteksi. Makanan atau minuman yang dicampur arsenik tidak akan berasa. Senyawa ini dulu disebut 'bubuk warisan' karena digunakan untuk membunuh orang agar bisa mendapatkan warisannya dan kematiannya biasanya dianggap wajar. 

Hal ini pula yang terjadi pada Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis ini sebelumnya diyakini meninggal akibat kanker lambung. Tapi setelah hampir seratus tahun baru diketahui bahwa ia meninggal akibat keracunan arsenik berdasarkan analisis rambutnya yang mengandung arsenik dengan dosis diambang batas aman. 

Tetrodoksin 
Zat ini biasanya terdapat di dalam ikan puffer (ikan buntal) dan bisa menyebabkan keracunan tetrodotoksin neurotoksin, ikan ini banyak terdapat di Asia terutama di Jepang. Dosis 1-2 gram tetrodoksin murni bisa mematikan dan diperkirakan efeknya melebihi sianida.

Toksin ini akan terkonsentrasi di hati, organ kelamin dan kulit binatang. Selain itu zat ini akan tetap stabil jika terkena suhu tinggi dan larut dalam air. 

Zat ini berbentuk heterosiklik kecil dan molekul organiknya dapat bekerja secara langsung di saluran elektrik natrium yang aktif di jaringan saraf. Karenanya orang yang keracunan zat ini disebabkan oleh kerusakan saraf. 

Orang yang keracunan tetrodoksin biasanya setelah mengonsumsi ikan puffer atau ikan buntal dalam jumlah tertentu. Namun terkadang racun ini ditemukan dalam bentuk bubuk obat yang dimasukkan ke dalam aliran darah atau melalui luka yang terbuka. Jika diberi dosis tetrodoksi dalam jumlah mematikan yaitu lebih dari 1 mg, bisa menyebabkan kematian. 

Botulisme 
Botulisme adalah penyakit infeksi paling berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Racun dari bakteri ini dikenal paling kuat sehingga dilarang penggunaannya sebagai senjata biologis dalam peperangan.

Infeksi racun ini menyebabkan kelumpuhan akut pada kedua sisi saraf tubuh (saraf karnial) dan saraf yang melakukan kontrol otomatis serta kesadaran dalam tubuh. 

Selain itu bakteri ini dikenal sebagai bakteri anaerob yaitu dapat bertahan hidup, mereproduksi dirinya sendiri serta menghasilkan racun yang paling mematikan dan efektif pada tingkat oksigen yang sangat rendah. Racun dari bakteri ini akan menyerang sistem saraf dan membuat seseorang meninggal dengan rasa sakitnya. 

Keracunan botulisme biasanya akibat makanan yang dikonsumsi atau melalui suntikan ke dalam tubuh yang dapat merusak sistem saraf serta melumpuhkan otot dengan menghambat pelepasan neurotransmitter acetycholine dari saraf. 

Source: http://www.zonamaya.info/2011/07/macam-macam-racun-yang-paling-mematikan.html

Ilmuwan Akui Perjalanan Waktu Hanya Dongeng

 Ilmuwan Akui Perjalanan Waktu Hanya Dongeng


Bagi mereka yang berharap bisa melakukan perjalanan waktu, berita ini cukup mengecewakan. Ilmuwan mengklaim, perjalanan waktu hanya sekadar dongeng.

Ilmuwan membuktikan, foton tunggal mematuhi teori Einstein, yakni tak bisa berjalan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Artinya, perjalanan waktu mustahil dilakukan. Temuan ini mengakhiri debat betahun-tahun mengenai kecepatan foton tunggal, dasar unit cahaya.


Kepala peneliti Prefesor Shengwang Du dari Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) mengatakan seperti dikutip Dailymail, "Hasil uji menambah pemahaman kami pada cara bergerak foton tunggal."

Melalui pembuktian ini, debat tahunan ini akhirnya ditutup, lanjutnya. Du bersama tim menemukan, foton tunggal mematuhi hukum trafik semesta seperti klaim Einstein, kecepatan cahaya merupakan hukum trafik semesta, sederhanya, tak ada yang mampu berjalan lebih cepat dari cahaya.

Dari hasil uji yang dilakukan, Du dan tim memastikan teori Einstein, sebuah efek tak bisa terjadi sebelum ada penyebab. Saat berhasil meneliti prekursor optik foton tunggal, tim menemukan, sebagai bagian tercepat foton, gelombang prekursor selalu berjalan di kecepatan cahaya saat di ruang hampa. Hasil studi ini diterbitkan jurnal Physical Review Letters.

Source: http://www.exelroze.info/2011/07/ilmuwan-akui-perjalanan-waktu-hanya.html

Senin, 04 Juli 2011

Ternyata Sampo Bisa Bikin Gemuk

Sampo yang Bisa Bikin Gemuk



Sebuah studi baru menunjukkan bahwa produk kecantikan termasuk sampo ternyata mengandung senyawa kimia yang dapat meningkatkan berat badan. Benarkah?

Shampo

Para ilmuwan yang tergabung dalam penelitian di Mount Sinai Medical Center di New York, mengindikasikan kalau phthalates, senyawa kimia yang banyak terdapat di produk kecantikan, berkontribusi pada meningkatnya berat badan.

Phthalates ini diketahui bisa jadi 'penggangu endokrin' dan sebisa mungkin harus dihindari.

Seperti yang dikutip dari Dailymail, para peneliti tersebut menyebutkan, hampir 70% produk kecantikan banyak mengandung phthalates yang bisa mengganggu sistem alami pengontrol berat badan.

Hal itu terkait pada penelitian yang dilakukan oleh salah seorang dokter anak, Mailda Galvez melakukan analisis pada 330 anak di East Harlem.

Ia dan tim penelitinya berusaha mengetahui bagaimana paparan phthalates berhubungan dengan bobot tubuh seseorang.

"Meskipun paparan zat kimia tersebut hanya sedikit berperan pada obesitas, setidaknya bisa dihindari," kata Galvez.

Sementara itu, dr. Galvez menyarankan untuk memilih produk kecantikan organik atau fragrance-free.
Tim dari Mount Sinai, menemukan secara pararel dari penelitian pada 2002, yang menemukan hubungan antara obesitas dengan paparan zat kimia sehari-hari.
Bahkan, peneliti dari Stirling University di Skotlandia, menyebut Bisphenol A dan phthalatessebagai 'kalori kimia'.




.

Senin, 27 Juni 2011

Edensor Bagai Negeri Dongeng


Booming tetralogi Laskar Pelangi karya Andre Hirata mencuatkan nama sebuah tempat dikalangan pembacanya. Edensor (baca: Enzer). Desa kecil di daratan Inggris yang disangka Ikal kecil adalah nama sebuah negeri khayalan. Namun bertahun kemudian didapatinya sebagai tempat yang benar-benar nyata. Kebetulan saya sedang melanjutkan studi di Newcastle University, Inggris. Jadi, mumpung ada disini kenapa tidak saya buktikan keberadaan desa yang dikenal Ikal dari buku pemberian gadis pujaan hatinya itu. 
Membayangkan Ikal di Edensor 
Membayangkan Ikal di Edensor
Berangkat dari keinginan untuk mengalami apa yang dirasakan Ikal ketika menginjakkan kaki di taman surga dunia itu, saya bertolak dari Newcastle menuju Sheffild. Kurang lebih tiga jam perjalan dengan menggunakan transport darat belum mempertemukan saya dengan Edensor. Ternyata Edensor berada sekitar 1 jam di luar kota Sheffild.

Edensor adalah sebuar desa kecil yang berada di Derbyshire, Inggris, berdekatan dengan Chartsworth House milik Duke Devonshire. Masuk dari gerbang utamanya saya langsung disambut oleh pemandangan sebuah gereja tua, St. Peter. Gereja ini diperluas oleh Sir George Gilbert Scott untuk Duke of Devonshire ke-7 pada tahun 1860-an. Konon katanya adik perempuan John F. Kenedy, Kathleen Kennedy yang menikahi anak tertua Duke of Devonshire ke-10, dikuburkan di halaman gereja tersebut.

Berbelok ke kiri dari gerbang utama adalah kedai teh Edensor. Tempat ini bisa dijadikan tempat melepas lelah setelah mengitari desa. Kedai teh tersebut tidak terlalu luas. Terdapat beberapa bangku panjang diluar kedai. Bila tidak tahan dengan dinginnya cuaca, pengunjung bisa memilih meja-meja yang terletak di dalam kedai. Meja yang disediakan juga tidak terlalu banyak sehingga pengunjung harus mengantri. Setelah beberapa menit berdiri dalam antrian barulah seorang waitres mempersilahkan saya untuk menempati sebuat meja kecil di pojok ruangan. Tidak seperti kebiasaan di Indonesia, seorang waitres akan datang menghampiri untuk mencatat pesanan, saya harus memesan sendiri di meja kasirnya dan tentu saja pesanan langsung dibayar. Teh camomile. Teh yang saya nikmati di kedai teh Edensor. Dua poundsterling untuk seteko kecil teh camomile cukuplah menghilangkan letih akibat perjalan menuju Edensor.

 tipikal rumah di kampung edensor
Tipikal rumah di kampung  Edensor

Semakin jauh ke dalam Edensor semakin cantik. Pagar batu yang membatasi rumah penduduk, pohon sepanjang jalan yang masih menghadapi musim dingin, domba yang merumput di lapangan hijau membentang. Hhmm, pantaslah banyak yang jatuh hati pada tempat ini.

Menjelang sore saya meninggalkan Edensor dengan perasaan yang mungkin kurang lebih sama dengan yang dirasakan Ikal ketika menemukan tempat ini. Ternyata, Edensor bukan negeri khayalan. Ia terbentang disini. Di daratan Inggris. Nyata.

Sungai di musim dingin edensor
 Sungai tenang di alam Edensor
Chartsworth house, kediaman Duke Devonshire
Chartsworth house, kediaman Duke Devonshire



.
 
Toggle Footer
Top